Sumber : Kematian mahasiswa Timothy Anugerah dan dugaan perundungan di Universitas Udayana (https://www.bbc.com/indonesia/articles/cn7eg3rk0kjo)
๐ Petunjuk Bacaan Siswa: Bacalah artikel studi kasus di bawah ini dengan saksama bersama kelompokmu! Cermati fakta peristiwa, pihak yang terlibat, penyebab, serta dampak yang muncul sebagai bahan untuk menjawab pertanyaan diskusi di bagian akhir halaman.
Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti kegiatan pembelajaran, peserta didik diharapkan mampu:
- Mengidentifikasi permasalahan sosial atau isu kontemporer yang terjadi dalam kehidupanmasyarakatberdasarkan artikel atau berita yang dibaca.
- Menganalisis pihak-pihak yang terdampak serta dampak yang ditimbulkan daripermasalahansosial tersebut.
- Menganalisis keterkaitan antara permasalahan sosial atau isu kontemporer dengan nilai-nilaiPancasila,khususnya sila yang nilai-nilainya tidak tercermin dalam permasalahan tersebut,disertai alasanyang logis.
- Merumuskan solusi atau alternatif penyelesaian terhadap permasalahan sosialberdasarkannilai-nilai Pancasila.
- Menunjukkan sikap tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian terhadap permasalahansosialmelalui diskusi kelompok dan presentasi.
Tragedi dan Munculnya Krisis Empati Digital
Dunia pendidikan tinggi Indonesia dikejutkan oleh peristiwa tragis yang menimpa Timothy Anugerah Saputra (22), seorang mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana, Bali. Pada Rabu, 15 Oktober 2025, Timothy meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai empat gedung fakultasnya. Di tengah suasana duka yang menyelimuti keluarga dan rekan-rekan kuliahnya, muncul persoalan baru yang memicu kemarahan masyarakat luas.
Sehari setelah kejadian, beredar tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang beranggotakan sejumlah pengurus Himpunan Mahasiswa dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) lintas fakultas. Alih-alih menunjukkan rasa simpati dan belasungkawa atas musibah yang menimpa rekan satu kampus mereka, para mahasiswa di dalam grup tersebut justru melontarkan kalimat olok-olok dan lelucon yang tidak pantas (nirempati). Sikap tidak beradab di ruang digital ini segera viral di media sosial dan memunculkan dugaan adanya perundungan (bullying).
Penyelidikan dan Dampak Sanksi bagi Mahasiswa
Peristiwa ini berdampak luas bagi banyak pihak. Keluarga korban, terutama ayah mendiang Timothy, Lukas Triana Putra, harus menanggung duka mendalam sekaligus kebingungan akibat simpang siurnya informasi, sehingga beliau melaporkan kejadian tersebut ke pihak kepolisian agar diusut secara tuntas. Selain itu, sivitas akademika dan mahasiswa lainnya turut mengalami guncangan psikologis hingga harus mendapatkan pendampingan mental dari pihak kampus.
Pihak Universitas Udayana bersama Kepolisian Sektor Denpasar Barat segera melakukan penyelidikan dengan memeriksa 19 saksi dan rekaman CCTV. Hasil penyelidikan menyimpulkan bahwa Timothy dikenal sebagai mahasiswa berprestasi dengan IPK 3,91 yang berprinsip kuat, dan percakapan olok-olok di grup WhatsApp tersebut terjadi setelah Timothy wafat, bukan penyebab ia terjatuh.
โ๏ธ Dampak Nyata dan Sanksi bagi Pelaku Nirempati
Meskipun bukan penyebab langsung kematian korban, tindakan mengolok-olok musibah orang lain di media sosial membawa konsekuensi berat:
- Pencopotan Jabatan: Mahasiswa yang terlibat diberhentikan secara tidak hormat dari kepengurusan Himpunan Mahasiswa dan BEM.
- Sanksi Akademik: Enam mahasiswa FISIP dijatuhi sanksi penurunan nilai menjadi D selama satu semester penuh.
- Ditarik dari Tempat Praktik: Tiga mahasiswa yang sedang menjalani praktik di RSUP Prof. Ngoerah dikembalikan ke fakultasnya.
- Ancaman Dikeluarkan (DO): Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) kampus mengancam akan mengeluarkan pelaku jika terbukti melakukan pelanggaran berat.
- Rusaknya Reputasi: Nama baik universitas tercoreng dan kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan menurun.

Sumber : Kematian mahasiswa Timothy Anugerah dan dugaan perundungan di Universitas Udayana (https://www.bbc.com/indonesia/articles/cn7eg3rk0kjo)
Mengurai Akar Masalah: Mengapa Sikap Nirempati dan Perundungan Terjadi?
Mengapa mahasiswa yang tergabung dalam organisasi terhormat seperti BEM justru menunjukkan perilaku yang jauh dari nilai kemanusiaan? Para ahli melihat masalah ini dari dua sudut pandang utama:
1. Sudut Pandang Psikologis & Relasi Kuasa
Psikolog Universitas Atma Jaya, Eunike Sri Tyas Suci, menjelaskan bahwa usia 17โ24 tahun adalah fase remaja akhir yang rentan mengalami gejolak pencarian jati diri. Teman sebaya sering kali dianggap sebagai pesaing, bukan pendukung.
Selain itu, adanya relasi kuasa membuat pengurus BEM merasa memiliki wewenang dan kekuasaan lebih tinggi untuk mengatur orang lain, hingga lupa bahwa tujuan organisasi adalah mengasah kepekaan sosial. Keterbukaan media sosial tanpa batasan tegas dari pendidik juga membuat remaja bertindak tanpa rasa malu di ruang digital.
2. Sudut Pandang Sosiologis & Pendidikan Karakter
Sosiolog Universitas Indonesia, Ida Ruwaida Noor, menilai fenomena ini mencerminkan kegagalan institusi pendidikan dalam membangun karakter manusia. Sekolah dan kampus terlalu fokus mengejar nilai akademik (hard-skills), namun abai menanamkan nilai kemanusiaan, keadaban, kesetaraan, dan keadilan (soft-skills).
Faktor lain meliputi didikan keluarga, pergaulan, paparan tontonan atau gim bermuatan kekerasan, lemahnya seleksi etika di organisasi, serta kurangnya sikap menghargai perbedaan (status ekonomi, daerah asal, maupun pendapat).
“Tugas universitas (dan institusi pendidikan) adalah memproduksi manusia yang unggul, tidak hanya sekadar akademik tetapi unggul secara moral dan karakter.”
โ Eunike Sri Tyas Suci, Psikolog Universitas Atma Jaya
Tanggung Jawab Moral dan Penegakan Aturan
Menanggapi kasus ini, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menegaskan bahwa lingkungan pendidikan tidak boleh menjadi tempat tumbuhnya kekerasan dan perundungan. Melalui payung hukum Permendiktisaintek Nomor 55 Tahun 2024, setiap perguruan tinggi wajib membentuk Satgas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (Satgas PPK) yang independen untuk menindak tegas segala bentuk kekerasan verbal maupun digital.
Tragedi ini menjadi pengingat keras bagi seluruh pelajar dan mahasiswa bahwa kecerdasan akademik tidak akan bernilai tanpa diimbangi dengan adab, empati, rasa hormat terhadap martabat sesama manusia, serta kesadaran untuk menjaga persatuan dan keadilan di lingkungan pendidikan.
๐ Lembar Diskusi Kelompok Siswa
Setelah membaca artikel di atas, diskusikan pertanyaan-pertanyaan berikut bersama kelompokmu (klik pada setiap bagian untuk membuka rincian pertanyaan):
A. Identifikasi Isu
- Apa masalah utama yang terjadi dalam isu tersebut?
- Siapa saja yang terdampak oleh masalah tersebut?
B. Analisis Masalah
- Menurut kelompok kalian, apa penyebab terjadinya masalah tersebut?
- Apa dampak yang dapat ditimbulkan oleh masalah tersebut?
C. Analisis Berdasarkan Pancasila
- Sila Pancasila mana yang paling relevan dengan masalah tersebut? Jelaskan alasannya!

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Saatnya Bedah Isu Sosial dengan Nilai-Nilai Pancasila!
Setelah membaca isu yang diberikan, saatnya kalian berdiskusi dan menuangkan hasilpemikirandalam LKPD.
Identifikasi masalah, analisis nilai Pancasila yang berkaitan, dan temukan solusi terbaikbersamakelompok kalian.
Unduh LKPD dan mulai diskusinya!
๐ Referensi & Sumber Berita
- Sumber Utama Artikel: Dirangkum dan ditulis ulang untuk tujuan edukasi dari laporan BBC News Indonesia: Kematian mahasiswa Timothy Anugerah dan dugaan perundungan di Universitas Udayana.
- Narasumber Ahli & Institusi Terkait dalam Berita:
- Keterangan Resmi Institusi: Unit Komunikasi Publik Universitas Udayana (Ni Nyoman Dewi Pascarani), Kepolisian Sektor Denpasar Barat (Kompol Laksmi Trisnadewi), RSUP Prof. Ngoerah (I Wayan Sudana), serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Brian Yuliarto).
- Analisis Psikologi Remaja & Organisasi: Eunike Sri Tyas Suci (Psikolog Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya).
- Analisis Sosiologi Pendidikan: Ida Ruwaida Noor (Sosiolog Universitas Indonesia).
- Landasan Regulasi: Peraturan Menteri Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Permendiktisaintek) Nomor 55 Tahun 2024 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi.
- Sitasi Akademik (Format APA):
BBC News Indonesia. (2025, 22 Oktober). Kematian mahasiswa Timothy Anugerah dan dugaan perundungan di Universitas Udayana. Diakses dari https://www.bbc.com/indonesia/articles/cn7eg3rk0kjo